Terima Kasih Atas Kunjungannya

Kamis, 16 April 2015

Lubang Neraka

Urumqi - Belum lama warga Tiongkok di Urumqi dibuat gempar dengan ditemukannya sebuah lubang dengan uap panas dari dalamnya. Sontak warga setempat menyebut lubang itu sebagai 'gerbang neraka'. Seperti apa penampakannya?

Media lokal seperti China Central TV Station, People's Daily Online, hingga media Inggris Daily Mail telah memberitakan penemuan heboh seperti dilihat detikTravel, Kamis (16/4/2015). People's Daily Online menuliskan, pertama kali lubang tersebut ditemukan oleh masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan Urumqi, Xinjiang, beberapa minggu lalu.

Di dalam lubang tersebut juga mengalir uap panas yang diperkirakan memiliki temperatur hingga 792 derajat Celcius dari jarak dua meter! Sebelumnya, masyarakat setempat yang tinggal di sana mengaku kalau tanah di daerahnya terasa lebih panas. Pihak peneliti pun belum dapat memastikan seberapa dalam lubang tersebut, mengingat panasnya lubang tersebut.

Disebutkan oleh seorang insinyur dari Kantor Geologi Xinjiang Meitian yang bernama Huang Wei kepada media China Central TV Station, fenomena tersebut sudah ada di area tersebut sejak beberapa dekade lalu. Anehnya, perbukitan di mana lubang tersebut ditemukan bukan merupakan area gunung api.

Pihak peneliti mengatakan kalau lubang tersebut terjadi karena terbakarnya lapisan batubara yang terdapat di bawah tanah, menyebabkan permukaan tanah runtuh. Usut punya usut, ternyata daerah perbukitan tersebut memiliki banyak tambang batubara pada tahun 1970.

Saking panas lubangnya, ranting pohon saja bisa terbakar apabila didekatkan ke lubangnya. Apalagi manusia?

"Pihak operator tidak menutup tambang secara benar setelah usaha pertambangan dihentikan, hal tersebut menimbulkan api di bawah tanah terbakar hingga permukaan tanah," ujar Supervisor Xinjiang Meitian Fire Engineering Bureau, Chen Long.

Sampah Luar Hanyut Ke Sulawesi

Kepulauan Selayar - Ini adalah cerita miris dari Pantai Baloiya dan Pantai Pulau Tinabo Besar, di Sulawesi Selatan. Dua pantai berpasir putih ini ternoda gara-gara sampah dari lautan lepas di Indonesia. Sampah yang dibuang manusia...

Begitu tiba di Kepulauan Selayar, yang berjarak dua jam naik kapal dari Pelabuhan Bira di Bulukumba, saya tak sabar untuk langsung jalan-jalan. Sempat tanya sana-sini kepada masyarakat setempat, akhirnya terpilihlah Pantai Baloiya di Desa Patikarya. Pantai ini katanya berpasir putih dan landai. Kalau melihat di internet, Anda pasti mengangguk setuju.

Dari Samudera Beach Hotel tempat saya bermalam, saya memilih untuk naik ojek yang dikendarai Ahmad. Pria paruh baya ini mematok tarif Rp 60 ribu untuk perjalanan PP, yang jarak tempuh ke pantainya sekitar 15 menit dengan medan jalanan berlika-liku.

Tapi Ahmad memberitahu saya satu hal, kalau pantainya sedang tidak terlalu bagus karena sedang banyak sampah. Ah, tak apa menurut saya. Paling hanya beberapa botol saja di pantainya. Namun ketika sampai di Pantai Baloiya, saya benar-benar terkejut. Parah! Sampah bertebaran di mana-mana.

"Itu sampahnya dari laut mas, bukan sampah dari masyarakat sini. Akhir tahun sampai awal tahun, memang seperti ini banyak sampah," kata Ahmad menjelaskan kepada saya.

Ah, perasaan ini sungguh kecewa. Padahal, pasir pantainya begitu halus dan rasanya asyik bila bersantai di sana. Meski berada di pinggir jalan dan ditutupi semak belukar, suasananya cukup tenang. Belum lagi, di lepas pantainya terdapat dua batu karang yang besar seperti pulau kecil. Mau berenang di sana, juga bisa!

Apa daya, saya menutup hari itu dengan gundah gulana. Setidaknya saya sudah menapakan kaki di pantai yang cantik di Kepulauan Selayar ini, walau bertemu banyak sampah. Toh saya tidak terlalu berkecil hati, karena esok harinya akan melanjutkan perjalanan ke Taman Nasional Takabonerate.

sumber : detik.com

Minggu, 12 April 2015

Universitas Kehidupan

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS.
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR.
Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.

Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata.
Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan.
Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit.
Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN.
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN.
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN.
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.
"Tetap semangat…
"Tetap sabar…
"Tetap tersenyum…
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN.
TUHAN menaruhmu di TEMPATMU yang sekarang, bukan karena KEBETULAN.
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.

[Disadur dari Buku “Sepatu Dahlan Iskan”]

Kecemburuan Pohon Bambu Terhadap Bunga Mawar

Di sebuah taman, hiduplah sekelompok bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni yang cantik, banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar. Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan, semua orang suka mawar, itulah salah satu lambang cinta.
Sementara itu, di sisi lain taman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu yang begitu saja, tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada orang yang memuji pohon bambu. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping pohon bambu. Maka tak heran jika pohon bambu selalu cemburu saat melihat bunga mawar dikerumuni banyak orang.
“Hai bunga mawar,” ujar sang bambu pada suatu hari. “Tahukah kau, aku selalu ingin sepertimu. Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, selalu dipuji cantik dan menjadi saksi cinta manusia yang indah,” lanjut sang bambu dengan nada sedih.
Mawar yang mendengar hal itu tersenyum, “Terima kasih atas pujian dan kejujuranmu, bambu,” ujarnya. “Tapi tahukah kau, aku sebenarnya iri denganmu,”
Sang bambu keheranan, dia tidak tahu apa yang membuat mawar iri dengannya. Tidak ada satupun bagian dari bambu yang lebih indah dari mawar. “Aneh sekali, mengapa kau iri denganku?”
“Tentu saja aku iri denganmu. Coba lihat, kau punya batang yang sangat kuat, saat badai datang, kau tetap bertahan, tidak goyah sedikitpun,” ujar sang mawar. “Sedangkan aku dan teman-temanku, kami sangat rapuh, kena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas, hidup kami sangat singkat,” tambah sang mawar dengan nada sedih.
Bambu baru sadar bahwa dia punya kekuatan. Kekuatan yang dia anggap biasa saja ternyata bisa mengagumkan di mata sang mawar. “Tapi mawar, kamu selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi hiasan rumah yang cantik, atau menjadi hiasan rambut para gadis,”
Sang mawar kembali tersenyum, “Kamu benar bambu, aku sering dipakai sebagai hiasan dan dicari orang, tapi tahukah kamu, aku akan layuvbeberapa hari kemudian, tidak seperti kamu,”
Bambu kembali bingung, “Aku tidak mengerti,”
“Ah bambu..” ujar mawar sambil menggeleng, “Kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air. Kamu sangat berguna bagi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu menghidupkan banyak tanaman,” lanjut sang mawar. “Aku jadi heran, dengan manfaat sebesar itu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku,”
Bambu mengangguk, dia baru sadar bahwa selamaini, dia telah bermanfaat untuk tanaman lain. Walaupun pujian itu lebih sering ditujukan untuk mawar, sesungguhnya bambu juga memiliki manfaat yang tidak kalah dengan bunga cantik itu. Sejak percakapan dengan mawar, sang bambu tidak lagi merenungi nasibnya, dia senang mengetahui kekuatan dan manfaat yang bisa diberikan untuk makhluk lain.
***Daripada menghabiskan tenaga dengan iri pada orang lain, lebih baik bersyukur atas kemampuan diri sendiri, apalagi jika berguna untuk orang lain.

Sabtu, 11 April 2015

Belajar Dari Lebah

Lebah adalah salah satu hewan yang memiliki keunikan tersendiri. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari seekor lebah yang merupakan hewan yang memiliki banyak manfaat. Lalu, apa saja yang bisa kita pelajari dari kehidupan lebah? berikut penjelasan mengenai bagaimana kita bisa belajar dari lebah, dikutip dari Merdeka.com.
Cukup berdiri di depan sarang lebah dan mengamati makhluk pekerja keras itu, maka Anda akan mendapatkan pelajaran hebat tentang bagaimana menjadi sukses. Percaya tak percaya, itulah yang dikemukakan oleh seorang profesor di Tamil Tandu Agricultural University, Dr N Ganapathy. Menurutnya, dengan mengadopsi etika bekerja lebah, seorang pekerja, bahkan perusahaan, bisa mendapatkan kesuksesan besar. Apa saja pelajaran yang bisa dipetik dari cara kerja lebah? berikut penjelasannya:
1. Pembagian tugas
Lebah memiliki lingkungan
n sosial yang terstruktur. Masing-masing lebah memiliki peran dan job desk masing-masing, serta menguasai perannya dengan baik. Secara genetik mereka diprogram untuk tidak menyalahi wilayah yang bukan merupakan wewenangnya. Jika seorang pekerja mampu mengetahui perannya dalam perusahaan dengan baik dan menguasai peran tersebut, maka kinerjanya akan meningkat dan perlahan mengantarkannya pada kesuksesan. Begitu juga jika perusahaan mampu menerapkan hal ini, maka tak akan ada konflik peran. Meski memiliki peran berbeda-beda, kawanan lebah hanya memiliki satu tujuan yang sama. Begitu juga dengan perusahaan. Pemimpin harus mampu menjabarkan tujuan profesional secara jelas, sehingga para karyawan dengan berbagai macam peran bersama-sama melangkah untuk satu tujuan pasti di masa depan.
2. Semangat kerja sama
Kerja sama bagi lebah lebih penting dibandingkan dengan kompetisi. Tak seperti yang ada saat ini, dunia kerja sarat akan kompetisi, terutama pada perusahaan yang besar dan aktif. Banyak yang paranoid, seolah kedudukannya akan tergeser jika tak berkompetisi. Namun tidak bagi lebah. Mereka tahu bahwa mereka tak mungkin bisa mencapai tujuan seorang diri, sehingga mereka bekerja sama dan hidup secara rukun dengan rekannya. Begitu juga dengan karyawan dan perusahaan. Menyatukan pengetahuan dan pengalaman, serta saling bekerja sama akan membuat pekerjaan menjadi efektif. Tak ada konflik yang terjadi. Masing-masing orang menghormati kontribusi dan peran dari rekannya.
3. Setia
Loyalitas adalah kunci kelangsungan hidup jangka panjang. Lebah setia terhadap pekerjaan yang mereka lakukan. Jika mereka membutuhkan waktu yang lama untuk mengambil madu dari satu bunga, maka mereka akan melakukannya terus-menerus. Pekerja yang baik juga harus setia pada pekerjaannya. Tak mudah berpaling dan tekun. Begitu juga karyawan yang bekerja untuk perusahaan harus setia terhadap aturan, seperti jam kerja.
4. Bekerja keras
Pernah melihat lebah madu bekerja? Lebah yang sedang bekerja akan terus-terusan bekerja dengan giat, seolah-olah nasib kawanannya sedang dipertaruhkan di tangannya. Tak ada keberhasilan yang bisa diraih tanpa kerja keras dan ketekunan. mereka yang bermalas-malasan hanya akan semakin tertinggal dan tergeser oleh yang bekerja keras. Bekerja keras juga berarti bekerja secara profesional dan efektif dalam penggunaan waktu kerja.
5. Tepat waktu
Ketepatan waktu adalah etika profesional umum yang tak jarang dilanggar oleh semua orang. Bagi lebah, tak boleh ada kata terlambat. Mereka bergantung pada matahari saat mencari makan, sehingga lebah akan berangkat ketika matahari terbit dan pulang saat matahari terbenam. tepat waktu adalah cara lebah untuk mendapatkan hasil optimal. Begitu juga bagi pekerja atau karyawan perusahaan. Tepat waktu juga akan memberikan hasil optimal karena pekerja menggunakan waktunya dengan efektif. Selain itu dengan tepat waktu, Anda tak akan mengalami stres karena terlambat.
6. Kewajiban dulu, baru hak
Bagi lebah, kepentingan kawanannya adalah yang harus diutamakan terlebih dahulu, baru kemudian kepentingan pribadinya. Mereka bekerja mengambil madu untuk kepentingan kawanan. begitu juga dengan lebah yang bertugas menjaga sarang, semuanya dilakukan demi kepentingan kawanan. Mungkin terlihat tak menyenangkan karena harus banyak berkorban. Namun, dengan mendahulukan kepentingan kawanannya, sistem kerja lebah berjalan dengan lancar, karena semua mengesampingkan ego pribadinya dan bersama-sama membangun kawanannya. Coba bayangkan jika lebah penjaga tak mau menjaga sarang karena egonya? Maka sarang dan seluruh kawanannya akan terancam rusak dan mati.
Nah, itu dia enam etika kerja yang bisa dipelajari dari hewan lebah. Dengan menerapkan enam cara di atas, Anda akan semakin dekat dengan kesuksesan.

Cara Memulai Buat Skripsi

Kata MAPALA sering menghantui pikiran mahasiswa. Mahasiswa Paling Lama. Ya, itu adalah gelar yang biasa melekat pada diri mahasiswa. Bayangin aja, belasan semester dan ratusan SKS sudah dijalani dan belum juga berhasil meraih mimpi memegang ijazah dan memakai toga. Gara-gara status ini pula, Aku jadi punya skill tambahan: "pintar ngeles...he he"

Misalnya ada yang nanya, "Loh kuliah kok gak lulus-lulus? Emang ngambil jurusan apa sih?"

Aku jawab, "Ngambil hikmahnya aja…he he"

Atau kalau ada junior yang nanya, "Kakak angkatan berapa?"

Aku jawab, "Dua ribu tua…he he"

Tapi sebenarnya, tidak lulus itu adalah sebuah pilihan. Dapat gelar "Pengangguran". Menurut Aku, sebutan "Mahasiswa" itu lebih enak didengar daripada "Sarjana Pengangguran" atau "Sarjana Pulang Kampung" tetapi "Wisuda itu sendiri adalah pengangguran yang tertunda". Disamping itu pula biaya hidup dan jauh dari orang tua adalah hal yang tersulit. Mereka sibuk membanting tulang dikampung demi anaknya menuntut ilmu dengan harapan agar anaknya nanti bisa lebih baik dan sukses dibanding kehidupannya dikampung. Menyelesaikan Skripsi merupakan dambaan setiap mahasiswa sebagai bukti kredibilitasnya sebagai seorang mahasiswa. Banyak mahasiswa berkutat pada skripsi hanya mutar pada bab itu-itu saja bahkan ada yang belum mengerti arah dari skripsi yang akan ia buat. Setiap konsultasi bukan solusi yang didapat malahan mendapatkan makian dan cacian dari teman-teman dan dosen pembimbing. Hingga terlewat beberapa dekade semester, bahkan sudah menjadi mahasiswa yang kadaluarsa di kampus. Tentunya teman-teman tidak mau kan berlama-lama dikampus dengan rutinitas yang begitu-begitu saja dan membosankan. Berikut ini akan Aku paparkan beberapa tips agar cepat kelar Skripsi.
1. Rencanakan (planning) sejak dini dalam pekerjaan apa saja amatlah dibutuhkan, maka segala bentuk pekerjaan kita memiliki arah dan tujuan yang jelas. Penyusunan skripsi untuk kerangka yang disebut dengan proposal penelitian dalam sebuah outline atau menggunakan maindmap lebih memudahkan kita dalam menyusun kerangka awal pembuatan skripsi. Perencanaan penyusunan skripsi ini pada dasarnya sudah dapat kita susun ketika kita berada di semester tiga atau empat. Kenapa kita harus menyusun skripsi sejak dini? Dengan sudah tersusunnya kerangka skripsi maka kita akan mudah dalam menyusun skripsi untuk tahap selanjutnya. Kebanyakan mahasiswa menyusun skripsi ketika sudah mendekati semester akhir. Hasilnya skripsi yang ia susun mengalami penentangan dari dosen pembimbing karena bahasa yang disajikan dalam bentuk tulisan tidak cukup matang untuk di jadikan bahan penelitian. Maka, sebagai seorang mahasiswa kita perlu cerdas menyikapi berbagai persoalan tentang pembuatan skripsi ini. Jangan menganggap remeh penyusunan skripsi, buktinya banyak mahasiswa yang menunda sidangnya ataupun bahkan ada yang mundur teratur ketika berhadapan dengan skripsi. Jadi, kerjakan skripsi Anda mulai dini sehingga ketika sudah semester akhir Anda sudah tidak pusing lagi memikirkan skripsi dan Anda sudah bisa santai ketika teman-teman Anda pada sibuk mengerjakan skripsi dan mengejar-ngejar dosen pembim bingnya.
2. Cari dan temukan permasalahan yang hendak diangkat. Menyusun sebuah skripsi yang berkualitas amat sulit didapatkan di berbagai universitas. Kebanyakan mereka mengadopsi skripsi orang lain kemudian memodifikasinya dengan mengembangkan pola pikirnya berdasarkan alur pikirannya.  Maka dari itu, perlu bagi kita mencari permasalahan yang lagi up to date atau terbaru bahkan kalau bisa temukan permasalahan yang belum pernah diangkat oleh orang lain. Sehingga kesan keaslian skripsi Anda bisa dipertanggungjawabkan. Ketika Anda sudah menemukan permasalahannya, maka Anda akan mencaritahu di mana letak dan duduk perkaranya.
3. Membuat rumusan masalah dari topik permasalahan yang Anda ingin angkat. Perumusan masalah ini bisa berupa pertanyaan (apakah, mengapa, bagaimana, sejauhmana, berapa, dan siapakah, dan lain-lain) dan bisa juga berbentuk pernyataan. Rumusan masalah boleh lebih dari satu rumusan masalah, boleh dua, tiga, sampai lima rumusan. Rumusan masalah penting dalam sebuah penyusunan skripsi atau karya  tulis ilmiah. Karena dari rumusan masalah itu seseorang akan mengetahui  ke mana arah tulisan ini akan disampaikan.
4. Mengidentifikasi masalah ketika rumusan masalah sudah disusun. Memilih satu, dua atau tiga dari sekian banyaknya rumusan masalah untuk lebih mengarahkan rumusan masalah Anda pada judul yang Anda akan angkat. Pilih rumusan masalah yang lebih mengenai dengan judul skripsi Anda, sesuai dengan permasalahan yang Anda akan jadikan sentral untuk  skripsi Anda. Sehingga, skripsi yang Anda susun tidak terlalu lebar pembahasannya, dan lebih tepat sasaran.
5. Cari data primer dan skunder, ketika Anda ingin menyusun sebuah skripsi yang berkualitas, maka Anda harus menyiapkan sumber rujukan atau sumber bacaan yang mendukung pembuatan skripsi Anda. Data primer adalah data yang pokok sesuai dengan skripsi yang Anda angkat, misalnya buku-buku yang relevan sesuai genre tulisan yang akan Anda susun. Sedangkan data sekuender adalah data pendukung lainnya seperti lampiran-lampiran yang mendukung kuatnya tulisan yang Anda sajikan.
6. Bacalah referensi yang relevan. Mengapa membaca itu penting? Karena Anda tidak akan mampu untuk menyusun skripsi Anda jika tidak membaca sumber data yang Anda gunakan. Baik kuatnya data kualitatif (kepustakaan) maupun kuantitatif yang akan Anda gunakan nantinya. Membaca adalah jendela dunia. Bacalah buku-buku yang akan Anda gunakan dalam penyusunan skripsi Anda sehingga skripsi Anda sarat akan kualitas isi yang membuat dosen pembimbing Anda senang ketika membaca tulisan Anda.
7. Tulislah skripsi Anda diawali dari hal yang Anda senangi. Ketika Anda senang maka tulisan yang Anda tuliskan akan memberikan kesan tersendiri pada diri Anda. Jadi, janganlah menulis sesuatu yang berat, mulailah dari menulis sesuatu yang ringan dan membuat Anda tidak pusing tujuh keliling. Sedikit-demi sedikit tulisan Anda akan menjadi bukit yang kaya akan tulisan berkualitas. Memulai menyusun skripsi terlebih dahulu dapat dimulai dari menulis tentang halaman persembahan, kata pengantar, dan tentang profil diri Anda. Biasanya ketika Anda menulis hal-hal yang Anda senangi pasti kehadiran hati dalam menulis akan muncul. Sehingga tulisan terkadang terkesan penuh dengan keluasan kata dan makna. Jadi, jangan memikirkan tulisan Anda akan seperti apa wujudnya nanti, tapi tulislah dari hal-hal yang Anda senangi.
8. Jika otak Anda buntu (blank), refreshinglah dengan keluar rumah. Dari berbagai hambatan yang bersumber dari diri sendiri, seperti, sifat malas, tidak punya ide, dan otak keram sekalipun itulah adalah perjuangan. Bahkan hambatan ini juga bisa muncul dari factor eksternal seperti dosen yang killer, idealis, mau benar sendiri, otoriter, bahkan sampai pada cacian dan makian hingga naskah proposal skripsi kita di coret-coret terus. Tetaplah bersabar, itu bagian dari ujian. Janganlah berputus asa kawan. Ketika tidak ada ide untuk menulis keluarlah sejenak dari rumah. Refresh otak dengan berjalan-jalan menghirup udara segar.
9. Kunjungi sebanyak mungkin toko buku. Ketika otak Anda buntu dan keram seakan mau meledak. Silakan  tutup laptop Anda. Hentikan kegiatan menulis skripsi Anda. Keluarlah dan pergilah ke toko buku terdekat di kota Anda. Dengan kunjungan Anda ke toko buku, siapa tahu akan membuka pikiran Anda, merilekskan otak Anda yang keram tadi menjadi lebih enjoy. Cari buku yang sesuai dengan tema skripsi Anda kemudian bacalah buku itu dengan santai. Dengan begitu ide yang tadinya buntu akan mengalir deras seperti keran air yang terbuka lebar dan mengalir deras.
10. Tulislah skripsi Anda sekarang juga. Terakhir yang Anda lakukan adalah tulislah apa yang ada di otak Anda. Jangan sungkan-sungkan tulis saja. Jangan memikirkan sistematika dan retorikanya. Yang penting tulis saja dulu. Setelah semua tulisan Anda kelar, barulah anda mengedit ulang tulisan Anda kembali. Dengan begitu Anda akan tahu apa yang seharusnya diperbaiki dengan tulisan Anda itu. Jadi, jangan tunggu lama-lama lagi tulislah sekarang juga.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang lagi pusing mengerjakan skripsi yang tak kunjung kelar. Yang otaknya keram (blank) Jangan putus asa, mulailah dari yang ringan sampai yang berat.

Selasa, 06 Januari 2015

Apa yang Paling Jauh ?

Andai waktu bisa diputar kembali. Pasti kata-kata itu pernah terlintas dalam benak kita atau mungkin malah pernah terucap keluar dari bibir kita. Aku pernah membaca kata-kata bijak mengenai " four thing we never take it back" :

1. Ketika batu sudah dilempar
2. Ketika kata sudah terucap
3. Ketika kesempatan sudah pergi
4. Ketika waktu tak pernah kembali

Sebuah cerita menarik mengenai waktu, dahulu kala ada seorang bijak yang memberikan pertanyaan pada murid-muridnya seperti ini, 'Apa tempat paling jauh dimuka bumi ini?' ada yang menjawab 'kutub utara' adapula yang menjawab 'kutub selatan', sebagian lainnya menyebutkan desa-desa terpencil dimuka bumi ini, tapi tak ada satupun jawaban para murid yang tepat. Maka dengan santai sang bijak pun menjawab, 'Nak tempat yang paling jauh dimuka bumi ini adalah masa lalu. Saking jauhnya masa lalu, kita tidak akan pernah bisa kembali lagi ke sana walaupun hanya seper sekian detik.' Itu semakin menandakan bahwa 'waktu' adalah hal yang sangat berharga. Kebanyakan dari kita mengeluh seperti itu apabila baru menyadari telah melewatkan kesempatan terbaik di masa lalu atau ketika saat-saat lalu terlalu berharga dan kita ingin mengulangnya kembali. Tapi sekeras apapun usaha kita, masa lalu tetap tidak akan kembali. Sejarah telah tertulis, skenario Tuhan sudah berjalan, kita tidak bisa menghentikannya atau membuatnya kembali. Tapi kita bisa membuat keputusan-keputusan yang mungkin akan membuat hidup kita menjadi lebih dari masa lalu yang telah kita tinggalkan. Keputusan-keputusan yang pada akhirnya membawa kita ketempat yang terbaik. Ada pepatah cina yang mengatakan, 'jika kau ingin melihat bagaimana masa depanmu, lihatlah dirimu saat ini.' Anggap saja masa lalu itu seperti kaca spion pada mobil, sesekali boleh kita melihatnya agar kita tidak 'menabrak' lagi dan bisa lebih berhati-hati, tetapi kita juga harus melihat ke depan. Masa lalu sudah tertulis jelas, sedangkan masa depan masih kabur dan itu ditentukan oleh keputusan-keputusan yang kita buat saat ini. Manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu yang kita miliki saat ini. Manfaatkanlah setiap detik dan momennya karena waktu tidak akan pernah kembali.