Kau pemiLiiiek Hatiku,
Aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
bukan karena aku membencimu,
namun karena aku ingin menjagamu dan menjaga diriku sendiri dari khalwat yang menjebak,
aku mencintaimu dengan menjaga diriku dan dirimu,
menjaga kesucianku dan kesucianmu,
menjaga kehormatanku dan kehormatanmu,
menjaga kebeningan hatiku dan hatimu,
ya......
Beginilah caraku mencintaimu,
mencintaimu dalam diamku,
karena diamku adalah bukti cintaku padamu..
dan sekarang,
keadaan menegurku,
sehingga dapat membantu menyadarkanku dari kesalahan yang telah aku perbuat,
meskipun pesonamu terhadapku belum pulih,
belum pulih..
aku tak bisa memungkiri,
bahwa setiap manusia pasti akan merasakan fitrahnya,
termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis,
maka jika harus demikian,
untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang bukan orangnya nanti,
jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri yang memilikinya ketika hati ini salah dalam pengelolaanya,
oleh karenanya,
jika aku harus mencintai lawan jenis adalah fitrahku sebagai manusia, maka aku akan mencoba untuk mencintai siapa yang akan menikah denganku nanti,
walaupun aku belum pernah bertemu dengannya,
lantaran pasti Allah akan mempertemukanku dengannya,
sehingga usahaku yang sia-sia akan cenderung berkurang di dalam lingkup fitrahku,
InsyaALLAH..
Kalau saja Allah menjadikan aku menikah dengan seorang lelaki yang ditakdirkan Allah kepadaku,
maka untuk apa aku berharap dan menghabiskan waktuku kepada yang lainnya,
yang belum tentu akan menjadi suamiku kelak,
sedangkan hati ini mudah terdominasi dengan sesuatu hal yang lain,.
Dan rasa ketertarikanku cukuplah akan aku tumpahkan kepada suamiku kelak..
Yaa Allah, sucikanlah hatiku hanya untuk siapa yang pantas menempatinya dengan keridhoanMu, cukup dia sajalah yang aku cintai karena aku tidak menginginkan keburukan ketika aku berbuat salah terhadap hatiku,
amiiin
Apa gunanya Kamu ikut-ikutan kebiasaan orang kebanyakan kalau pada akhirnya hanya Kamu sendiri yang akan menanggung akibatnya.
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 22 Februari 2014
Sabtu, 11 Mei 2013
Di awal hanya Allah sendiri, lalu
ia menciptakan Arsy-Nya di atas air. Setelah itu ia menciptakan pena. Kemudian
pena itulah ia menitahkan penulisan semua makhluk yang akan diciptakan di alam
raya ini. Langit, bumi, malaikat, manusia, jin, surga dan neraka. Dengan pena
itu ia juga akan menitahkan penulisan semua kejadian-kejadian dengan
urutan-urutan dan kaitan-kaitannya pada dimensi ruang dan waktu yang akan
dialami makhluk-makhluknya. Semua gerak dialam raya ini, dilangit dan dibumi,
adalah gerak yang lahir dari kehendak dan cinta. Untuk itulah alam ini bergerak
dan untk kehendak dan cinta juga alam ini diciptakan. Maka tak satu pun makhluk
dialam ini yang bergerak kecuali kehendak dan cinta. Sesungguhnya hakekat cinta
adalah gerak jiwa sang pencipta kepada yang dicintainya. Maka cinta adalah
gerak tanpa henti. Dan inilah makna kebenaran ketika Allah mengatakan :”Dan
tidaklah kami menciptakan langit dan bumi serta semua yang ada diantaranya
kecuali dengan kebenaran”. Jadi cinta adalah makna kebenaran dalam penciptaan.
Itu sebabnya, hati yang dipenuhi dengan cinta lebih mudah dan cepat menangkap
kebenaran. Cintak tidak tumbuh dalam hati yang dipenuhi keangkuhan, angkara
murka dan dendam. Cinta melahirkan pengakuan dan kerendahan hati. Cinta adalah
cahaya yang memberikan kekuatan penglihatan pada mata hati kita. Cinta dalam
jiwa serupa penglihatan pada mata. Kebutaan bisa menyesatkan kalau ia tidak
dibimbing oleh kelembutan tangan cinta. Sebab ia tidak melahirkan pengakuan dan
kerendahan hati. Itu sebabnya mengapa ilmu pengetahuan modern justru menjauhkan
barat dari Tuhan karena, disana cinta tidak membimbing pengetahuan.
Langganan:
Postingan (Atom)