Terima Kasih Atas Kunjungannya
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 April 2015

Nenek Ikut Ujian Nasional

NEGARA, KOMPAS.com — Seorang nenek berusia 60 tahun, yang juga pemilik kantin sekolah, bersemangat mengikuti ujian nasional kelompok belajar paket C di Kabupaten Jembrana, Bali.

"Dulu saya tidak bisa bersekolah karena tidak memiliki biaya. Biar cuma Kejar Paket C, saya serius mengikutinya," kata Tiotista Sudiarti, nenek enam cucu yang mengikuti UN Kejar Paket C di SD Negeri 1 Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Selasa.

Meskipun berpendidikan minim, lima anaknya mampu menyelesaikan pendidikan program sarjana dan saat ini sudah bekerja.

Ia mengaku tidak mau kalah dengan peserta ujian lainnya yang masih muda. "Yang penting tekun, konsentrasi, dan semangat. Saya yakin nilai yang akan saya peroleh tidak kalah dengan yang muda-muda," ujarnya sambil tertawa.

Selain Sudiarti, menurut perwakilan Panitia Pelaksana Ujian Kejar Paket C, I Ketut Udara Narayana, ada 46 peserta lain di SD Negeri 1 Dauhwaru ini.

Ia mengatakan, Sudiarti-lah yang berusia paling tua dari semua peserta yang akan mengikuti ujian hingga tanggal 16 April tersebut.

"Nenek Sudiarti sangat bersemangat. Buktinya, dia mampu mengikuti ujian dari pukul 13.30 hingga 18.00 Wita untuk dua mata pelajaran," katanya.

Secara keseluruhan terdapat 103 peserta ujian Kejar Paket C di Kabupaten Jembrana yang terbagi di dua tempat, yaitu di SD Negeri 1 Dauhwaru dan Pondok Pesantren Nurul Islam, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.

Sumber : kompas.com

Tidak Diizinkan Ikut Ujian Nasional Paket C

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan DKI Jakarta menerima sejumlah laporan mengenai adanya peserta Ujian Nasional tingkat Paket C untuk wilayah DKI Jakarta yang batal mengikuti ujian. Alasannya, karena tidak mendapatkan izin dari atasan di tempat mereka bekerja.

"Dari Paket C, banyak yang tak tidak bisa ikut karena laporannya tak diizinkan oleh pimpinan tempat dia bekerja," kata Kepala Dinas Pendidikan Arie Budhiman, di Balai Kota, Kamis (16/4/2015).

Arie menyayangkan terjadinya hal tersebut. Ia menilai, para pimpinan di tempat bekerja para peserta ujian tersebut harusnya bisa bersikap bijak.

"Kan ujiannya tidak lama. Sebenarnya diberi saja izin ikut ujian sebentar, setelah itu wajib masuk kerja seperti biasa," ujar dia.

UN untuk tingkat Paket C berlangsung pada 13-16 April. Meski ada peserta yang batal ikut, Arie menyebut tingkat partisipasi pada UN Paket C tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Hal itu berbanding lurus dengan meningkatnya peserta UN secara keseluruhan, termasuk UN untuk tingkat SMA sederajat.

Menurut Arie, peningkatan tidak hanya terjadi di UN yang dilaksanakan di sekolah, tetapi juga yang dilaksanakan di lembaga pemasyarakatan. "Laporan diterima sejauh ini relatif baik. Secara keseluruhan tinggi partisipasinya karena mencapai 99 persen. Perhatian kita di Lapas Cipinang dan Lapas Pidana Narkoba ada 45 peserta, jumlahnya lebih besar dari tahun lalu," papar Arie.