Terima Kasih Atas Kunjungannya

Kamis, 14 Juni 2012

Menjadi Pegawai Atau Wirausaha

LATIHAN I.
1.      Setelah menyelesaikan pendidikan, biasanya kita dihadapkan pada dua pilihan, yaitu menjadi pegawai atau berwirausaha. Uraikan latar belakang mengapa seseorang perlu untuk melakukan wirausaha atau memilih menjadi pegawai.

JAWAB:
a)      Seseorang memilih melakukan wirausaha karena beberapa hal yaitu :
1.      seorang wirausaha melakukan kegiatan usaha didorong oleh ke­butuhan untuk berprestasi, berhubungan dengan orang lain dan untuk mendapatkan kekuasaan baik secara finansial maupun se­cara sosial.
2.      Orang melakukan kegiatan kewirausahaan didorong oleh ke­ingginan mendapatkan kekuasaan atas sumberdaya yang ada. Peningkatan kekayaan, pengusahaan pasar sering menjadi pendorong utama wirausaha melakukan kegiatan usaha.
3.      Motivasi seorang melakukan kegiatan kewirausahaan dido­rong untuk mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, fisiologi seperti; makan, minum, kebutuhan hidup layak se­cara fisik dan mental.
4.      Motivasi melakukan kegiatan usaha, bisnis untuk memenuhi rasa aman atas sumberdaya yang dimiliki, seperti: investasi, perumahan, asuransi, dan lain-lain.
b)      Seseorang memilih menjadi pegawai negeri karena:  Tinggi rendahnya Gaji PNS tergantung pangkat dan golongan yang dimilikinya. Semakin tinggi pangkat dan golongan yang dimilikinya semakin tinggi pula gaji yang diterimanya. Tapi serendah rendahnya gaji PNS masih lebih tinggi dari pada Upah buruh. Pegawai negeri sipil mendapatkan jaminan hari tua berupa gaji pensiun. Inilah yang membuat orang orang memilih menjadi PNS.  Pada usia pensiun ini para pegawai negeri sipil ini tetap mendapatkan gaji meskipun gajinya diturunkan. Dan Enaknya lagi, gaji ini tetap bisa diwariskan kepada sang istri atau suami jika ia sudah meninggal.

2.      Untuk menjadi dan memilih berwirausaha banyak sekali kendala yang dihadapi. Anda diminta untuk menjelaskan kendala-kendala untuk memilih berwirausaha.

JAWAB:  
Faktor Kegagalan Dalam Wirausaha yaitu:
1)      Tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
2)      Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
3)      Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan memelihara aliran kas menyebabkan operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
4)      Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.

LATIHAN II.
3.      Uraikan pengertian wirausaha dan keuntungan apa saja yang diperoleh dari hasil wirausaha
Jawab :
Wirausaha adalah suatu proses peningkatan kesejahteraan yang dinamis.
Kesejahteraan diciptakan oleh yang menghadapi resiko terbesar dari sisi equity
(modal), waktu, dan komitmen untuk memberi nilai untuk suatu produk atau jasa
Keuntungan dari hasil wirausaha :
·         Pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha menjadi seorang “bos” yang penuh kepuasan.
·         Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi. Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha.
·         Kontrol finansial(Pengawasan keuangan). 
·         Bebas dalam mengelola keuangan, dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri.

4.      Untuk menjadi seorang wirausahawan diperlukan watak dan sikap yang baik. Uraikan watak dan sikap wirausahawan yang baik.
Jawab:
Sikap dan watak yang baik dalam berwirausaha adalah :
a.       Kemauan yang keras
b.      Perjuangan tak kenal lelah
c.       Kesediaan menghadapi segala kemungkinan
d.      Selalu berproses pikir positif
e.       Telaten dan ulet dalam melakukan pekerjaan
f.       Informasi dan konfirmasi harus selalu mendapatkan
g.      Kreatif, ulet, telaten, sabar dan pantang menyerah

5.      Uraikan ketrampilan apa saja yang perlu dimiliki seorang wirausahawan.
Jawab:
Ketrampilam dalam memotivasi diri
Kemampuan memotivasi diri dalam menumbuhkan tekad, sema­ngat dalam melakukan kegiatan usaha. Kemampuan memotivasi diri sangat ditentukan oleh locus of control dalam diri wirausaha .
. Ketrampilan dalam berinisiatif.
Kemampuan berinisiatif adalah mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain yang dilakukan secara ber­ulang-ulang sehingga dalam jangka panjang menumbuhkan ke­biasaan berinisiatif yang akan menghasilkan kreativitas dan inova­si.
Ketrampilan dalam membentuk modal (capital)
Kemapuan membentuk modal sangat menentukan kelancaran dalam memulai usaha. Semangat dan tekat untuk berusaha dan pemahaman tentang pengelolaan keungan (financial mana­gement) menjadi dasar dalam kemampuan membentuk modal. Modal usaha dapat berasal dari modal sendiri, hutang jangka pen­dek, menengah, kerjasama manajemen, bantuan, dan lain-lain.

LATIHAN III.
6.      Uraikan faktor pendorong seseorang untuk memulai suatu usaha sehingga mau dan mampu menjadi pengusaha
Jawab:
Faktor pendorong Seorang untuk menjadi wirausahawan yaitu :  
  • Dapat menciptakan lapangan kerja
  • Mengurangi pengangguran
  • Meningkatkan pendapatan masyarakat
  • Mengombinasikan faktor–faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian)
  • Meningkatkan produktivitas nasional

7.      Uraikan mengapa banyak pengusaha memilih menggunakan badan usaha berbentuk PT. kemukakan alasan anda secara rasional.
Jawab:
Alasan lain penggusaha memilih menggunakan badan usaha bernbentuk PT antara lain;
·         Perseroan Terbatas sebagai badan hukum dirasakan lebih menjaga keamanan pengusaha untuk melakukan kegiatan usaha
·         Merupakan usaha besar, dengan jumlah modal dan tenaga kerja yang besar juga
·         Dirasakan lebih mudah untuk menjalin hubungan kerjasama dengan pihak swasta atau pemerintah
·         Lingkup kegiatan usaha bertaraf internasional
·         Pamilik modal hanya ingin menanamkan modal dan tidak terlibat dalam pelaksanaan kegiatan usaha

Rabu, 13 Juni 2012

Menggapai Piramida Pemerintahan

Pemerintahan yang efektif harus dibangun dari diskusi ke diskusi-an effeective government must be buil by discussion. Bahkan ada yang mengatakan more effective means more dialoguesi. Dialog adalah suatu wacana untuk mendengarkan secara lugas karena rumus dialog kadang-kadang harus mendengarkan apa yang tidak suka kita dengar, listening sometihing that you might not wish to hear. Dengan kata lain, pemerintah yang baik harus mendengarkan apa yang menjadi harapan, kebutuhan, dan problematik yang ada di masyarakat.
Dalam pemerintahan terdapat jenjan-jenjang dalam proses menampung aspirasi. Pemerintah pusat harus mendengarkan provinsi, provinsi harus mendengarkan kabupaten, kabupaten mendengarkan kecamatan, kecamatan mendengarkan desa atau kelurahan, desa dan kelurahan mendengarkan dusun. Sehingga dalam pemerintahan itu, naif jika dikatakan keberhasilan dari atas, karena atas hanya mendrive. Keberhasilan iti adalah akumulasi keberhasilan yang berasal dari bawah.
Oleh karena itu mendengarkan apa yang menjadi harapan rakyat, apa yang menjadi kebutuhan, menjadi sebuah proses yang sangat menentukan untuk bisa mencapai hasil maksimal dengan cara yang efektif. Sebab hadirnya pemerintahan berfungsi untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Sebab, tugas pemerintahan bertujuan memenej struktur dan membangun kehidupan dalam masyarakat yang lebih baik yang muaranya adalah membangun rahmat dan perlidungan pada rakyat.
Di dalam pemerintahan terdapat empat tugas yang mampu mengahdirkan bentuk pemerintahan yang baik. Yang Pertama, regulasi untuk membangun kepastian. Kedua, pelayanan untuk bisa membangun kesetaraan dan ras keadilan. Ketiga, membangun pemberdayaan masyarakat dan menciptakan kemandirian untuk menyelesaikan sebuah persoalan yang dihadapi, dan Keempat adalah melakukan pembangunan menuju muara yang tujuannya menghadirkan kemakmuran serta kehidupan yang lebih baik secara bertahap.
Sebuah negara atau sebuah daerah bisa menjadi lebih baik, jika negara atau daerah memiliki pemerintahan yang baik dan kuat. Sebuah pemerintahan yang baik dan kuat adalah pemerintahan yang bersesuai dengan harapan dan kehendak dari masyarakat yang telah ada. Oleh karena itu kooptasi elite yang mengatakan inilah kemauan rakyat tanpa harus mendengarkan rakyat melalui forum-forum yang tersedia adalah sebuah penyimpangan karena harusnya elite membangun sebuah proses diskusi ke diskusi, sebab dia tidak akan pernah menemukan kehendak dan keinginan rakyat yang sebanarnya jika hanya mengatasnamakan rakyat belaka.
Makanya, dalam kehidupan pemerintahan ada tiga hal yang menonjol. Pertama, pelayanan pada masyarakat karena, begitu banyak dan kompleksnya kepentingan maka harus ada rasa keadilan di dalam memberikan pelayanan. Ini hanya terjadi kalau di-guide (dikawal) dengan regulasi-regulasi, aturan-aturan yang harus diikuti oleh masyarakat, dan pemerintah harus konsisten berpegang pada aturan itu. Yang kedua adalah pemberdayaan masyarakat, yang maksudnya kalau masyarakat sudah mandiri, mereka sendiri akan mampu mensolusinya. Artinya lebih jauh, semua pihak tidak harus tergantung dengan pemerintah, karena pada dasarnya problematik yang ada dalam masyarakat itu, sejatinya masyarakat itu sendiri yang mengetahui solusinya, dan peran pemerintah hanya stimulan dan pengarah. Ini berarti, apabila masyarakat senantiasa tergantung bahwa segala solusinya masalahnya hanya bisa terpecahkan oleh pemerintah, maka pada gilirannya masyarakat sendiri akan kecewa pada kemampuan pemerintah. Yang ketiga adalah pembangunan. Di beberapa negara yang sudah maju, pembangunan bukan yang utama lagi, karena pembangunan secara otomatis sudah direspons sendiri oleh masayarakat. Tapi di negara-negara berkembang, di negara-negara miskin, pemerintah menjadi driving utama, artinya begitu banyak kewajiban pemerintah untuk menjadi stimulan hadirnya tahapan-tahapan kesejahteraan. Karena hanya pemerintah yang menjadi sebuah garansi institusi terbesar yang bisa dipercaya oleh negara lain, katakanlah untuk bisa meminjam uang dan lain-lain sebagainya dari negara-negara maju, dan juga bisa menjamin investasi besar dari para pebisnis. Oleh karena itu di dalam pembangunan bagi negara-negara miskin, pembangunan itu masih menjadi prioritas, walaupun yang utama adalah pelayanan dan pemberdayaan.
Saluran-salurannya itulah yang harus dibenahi dalam sistem. Sehingga dapat dimaknai bahwa dalam pemerintahan yang baik adalah pemerintah yang paling kurang memerintah. Maksudnya, proses-prsoses down sizing dan membangun flat organization dan pendelegasian otoritas dalam pemerintahan adalah suatu hal yang mutlak, dimana peranan pemerintah di tingkat depan harus berjalan efektif. Makin ke atas dia makin mengerucut atau berbentuk piramida, yakni di bawah makin luas cakupannya.
Sampel untuk itu, katakanlah di Kabupaten dimana makin luas jangkauan dan bersifat policy teknis untuk mengakselerasi lapangan, di tengah pada piramida itu adalah membangun yang namanya policy strategis, di atas itu policy makro. Nah...kalau piramida ini bisa berjalan dengan baik, kompetensinya bisa baik, tidak dari Kabupaten langsung bablas ke pusat, pusat langsung bablas ke daerah, tetapi dia mengikuti yang namanya piramida dimana kompetensi secara jelas yang mana kompetensi Kabupaten, yang mana kompetensi Provinsi, yang mana kompetensi Pusat, dan ini semua bisa berjalan serasi dan selaras dalam tatanam normatif pemerintahan.
Hanya saja, yang ada di Indonesia, apalagi di masa reformasi otonomi itu tak sedikit yang beranggapan bahwa mereka semua bisa bebas semaunya, padahal ada koridor-koridor dari jenjang pemerintahan yang masih harus terjaga dengan baik. Dan dalam otonomi itu, piramida pemerintahan juga harus terjadi. Jadi tahapan-tahapannya itu ada di atas itu policy makro, di bawah policy strategis, dan di Kabupaten policy teknis/operasional.
Pemerintahan dengan sistem piramida, sejatinya sebuah pemerintahan, pada dasarnya akan terbentuk jika terdiri dari banyak kompleksitas masalah kemasyarakatan yang menjadi tanggung jawab pemerintah dapat di pertanggung jawabkan, dan pemerintah dapat mengembangkan kewenangan superioritas atau kehidupan untuk mengatur berbagai kepetingan masyarakat untuk tidak saling berbenturan dan tidak anarkirstis. Karena yang paling utama dari hadirnya pemerintahan adalah terjaminnya suatu kehidupan pemerintahan adalah terjaminnya suatu kehidupan masyarakat yang teratur, tenteram, dan damai.
Kondisi teratur, damai, dan tenteram itulah yang sekaligus menjadi indikator dalam pencapaian dari pemaknaan piramida pemerintahan yang mestinya digapai. Sebab, sebuah pemerintahan dapat dikatakan berjalan dalam track yang benar walaupun belum dikatakan berhasil jika suasana kondusif tercipta dimana secara sekaligus sebagai modal awal untuk melahirkan dan menghadirkan kemajuan, modal awal menghadirkan investasi dan perdagangan untuk bisa bekerja tanpa beban, bahkan modal awal segala sosial dan politik, dapat bekerja dalam dinamika yang terarah.

Jumat, 13 April 2012

Analisis SWOT


Analisis SWOT

S = Strengths ( Kekuatan-Internal )
W = Weaknesses ( Kelemahan-Internal )
O = Opportunity ( Peluang-Eksternal )
T = Threats ( Ancaman-Eksternal )

Ket :
Di dalam                 (+) = KEKUATAN
Di dalam                 (-)  = KELEMAHAN
Di luar                    (-) = ANCAMAN
Di luar                    (+) = PELUANG